Showing posts with label filsafat. Show all posts
Showing posts with label filsafat. Show all posts

1/08/2013

Tersurat untuk malam

Tersurat untuk sebuah malam..
aku disini menyuratimu untuk masalah yang tak menentu
aku menyuratimu untuk sebuah perasaan yang tak berarah
sudikah engkau membujuk sang rembulan untuk mendengar keluhanku?
 
Tersurat untuk sebuah malam..
Esok pagi kan memancar
Matahari kan bersinar
burung berkicau tanda sedang bernyanyi, hidup atau mati
Tapi akankah sang rembulan kembali untuk mendengar keluhanku?

Tersurat untuk sebuah malam..
Aku mendengar jeritan malam beserta para penghuninya mengadu pada kegelapan
Sunyi, sendiri, menyepi juga sedih ataupun terlelah
Dunia sudah terlalu kejam pada mereka
Mampukah sang rembulan untuk mendengar keluhanku?

Tersurat untuk sebuah malam..
Mengertilah, aku takut akan hari esok
Embun pagi akan masuk ke paru-paru ini, membeku
aku tak bisa bernafas, mati tanpa hembusan
Mati pada sebuah ketidak-pastian
Dan untuk itu, maukah sang rembulan mendengar keluhanku?

Tersurat untuk sebuah malam..
ataukah hari esok adalah hari yang sama bagiku
hari dimana aku menghilang,  lenyap, dan sebuah beban bagi sesamaku
Membabi buta dan mengila seperti mereka
Mereka yang telah dilaknat, mendarah daging oleh rasa malasnya
Oh.. rembulan maukah kamu?

Tersurat untuk sebuah malam..
Malam itu tuhan berdialog: "Nikmat mana yang kau dustakan?"
 aku lalu berteriak. "Aku Pendusta ya Tuhan!!"
Rembulan, kau bukan tuhanku. Tuhanku selalu mendengarkan keluhanku...
-Samudra
8 Januari 2013

1/02/2013

Saya Ingin menjadi Penulis

Entah mengapa belakangan ini aku ingin sekali menjadi penulis. Semangat ini benar-benar membuatku bisa terbangun hingga larut malam, larut pagi kemudian tidur. Ada yang mengatakan jika kita mencintai apa yang kita kerjakan, maka rintangan sebesar apapun pasti akan kita lewati dengan senang hati tanpa beban.

Bingung, sekaligus ingin..

Gak tahu motivasi jadi penulis buat apa. Buat jadi terkenal enggak mungkin, apalagi jadi sumber penghasilan. Mustahil! saya heran sama editor-editor koran yang bisa mengutarakan pendapat dan juga merangkum semua berita dan dikemas secara kepada pembaca dengan menarik setiap harinya. Banyak sekali. SETIAP HARI!

Memang bukan hasil tulisan ia sendiri, tim lah yang melakukan. Terkadang ada tulisan dengan sumber yang itu-itu aja. Begimana dia bisa mengutarakan pendapat? Bagaimana ia menyisihkan waktunya di keseharianyya.

Liat, gaya bahasaku terlalu formal. Walaupun gitu, saya tahu mana penulis dengan bakat unik ataupun yang biasa aja. Saya masih amatir, seseorang tolong ajari saya, tolong beri saya inspirasi, tolong ajarkan saya gaya bahasa, tolong ajarkan saya arti dari sebuah originalitas dan karakter.

2 Januari 2013. Dengan salam Limpai.

12/25/2012

Area IQ Evolusi Para Pemikir

Asal-usul kehidupan dimulai dengan berbagai cara indah dan telah dibuatkan skenario yang paling unik dengan rangkaian alur maju yang takkan pernah terbayangkan oleh para penontonnya (re:kita). Manusia dan kehidupannya di bumi.

Pernah kalian semua membayangkan seandainya Adam & Hawa tidak pernah memakan buah khuldi? Memakan buah terlarang yang jelas-jelas diatur dalam perundang-undangan surga oleh presiden tuhan dan mentrinya para malaikat. Dikisahkan dalam kitab suci, bahwa perintah presiden kepada Adam & Hawa agar tidak mendekati pohon terkutuk tersebut yang oleh karenanya mereka bisa terlengserkan dari nirwana.

Sayang kehendak takdir berkata lain, ada sosok dalam nirwana yang telah membuat tergelincir Adam & Hawa sehingga membuat mereka hidup, menua dan mati sampai waktu yang telah ditentukan di bumi.

Apa yang terjadi jikalau moyang kita tidak diturunkan ke bumi? mungkin saat ini saya sedang menikmati rasanya bercinta dengan para bidadari yang tidak pernah hilang keperawanannya dan matanya yang berkilau bak permata sehingga membuat kita merasa adiksi untuk terus memperbajui dan menggaulinya.

Kalian jangan kecewe. eh kecewa. Karena ini merupakan bagian dari skenario sang presiden surga. Bahkan jikalau kecewa pada semua skenario ini, juga pada moyang yang telah bersungguh-sungguh bertaubat dibumi ketika ia begitu saja dilengserkan dari nirwana, sampeyan bisa dibilang telah murtad.

Telah mengkhianati Qodho dan Qodar!

Kisah kehidupan asal-usul makhluk hidup bumi ini dimulai...
Dibawakan dan diimajinasikan oleh logika ilmu pengetahuan. Melalui dongengnya para ilmuwan kala itu.

Ia yang bernamakan Aristoteles ilmuwan Yunani yang menurut saya serba bisa ber-filsafat mengatakan bahwa: Kehidupan itu bisa berasal dari benda tak hidup yang terjadi secara spontan "Generatio spontanea". Dicontohkan belatung berasal dari air kaldu, cacing lahir dari seonggok lumpur. Selanjutnya teori ini dinamakan dengan Abiogenesis.

Ia yang bernamakan Antonie van leuwenhouck, dan juga John Tubervile Needham, mengatakan hal serupa yang sebunyi. Mereka pendukung teori tersebut.

Saat itu ada beberapa pemikir yang tidak setuju dengan buah pikir para pemikir kala itu. Mereka menolaknya dengan melakukan eksperimen dan terciptalah teori biogenesis. Menghasilkan salah satu bunyi yang melegenda: "omni vivum ex ovo, omne ovum ex vivo".
Menurut kalian, manakah yang lebih dahulu ada... telur dulu atau ayamnya?? Kupas makna kalimat biogenesis diatas.

Mereka yang bernamakan Lazarro spallanzani, Fransisco Redi ditambah dengan kemutakhiran penyempurnaan eksperimen sebelumnya oleh Louis Pasteur menyebut mereka sebagai para penggagas dan pendukung teori biogenesis yang merupakan kehidupan hanya akan ada dan berasal dari kehidupan sebelumnya.

Juga mereka yang memiliki prinsip lain, dan menamakan teori mereka tersebut sebagai neoabiogenesis yang dipelopori oleh Alexander I. Oparin, dan dikembangkan oleh Harold Urrey juga Stanley Miller yang menyebutkan bahwa kehidupan berasal dari benda anorganik dalam atmosfer bumi purba kala yang bisa berubah oleh karena suatu reaksi menjadi sebuah senyawa organik. Asam amino dan ATP yang merupakan komponen utama penyusun hidup protoplasma!!! itu kunci dan makna dari teori ini.

Juga 
special creation theory para agamis yang mengatakan Tuhan telah membuatnya tanpa beban dan menjadikannya dengan satu kali ucapan "jadilah!"..

Maka asal-usul kehidupan di Bumi ini terjadi dengan penuh perdebatan para pemikir, Ini simple, mudah, sekaligus rumit. Ini Area IQ Evolusi para pemikir..

Pernah mendengar petuah Einstein??
"Mencari kebenaran dari sebuah ilmu pengetahuan lebih berguna daripada menguasainya"

Selamat berevolusi, selamat berfikir.