Showing posts with label evolusi. Show all posts
Showing posts with label evolusi. Show all posts

1/27/2013

Interview seputar tips menulis dari Agus Noor

 Xeti @ Work blog

Tips Menulis dari Agus Noor


Agus Noor
Pentingkan Menulis Ketimbang Pacaran
Sebagai penulis Cerpen,karyanya telah tersebar di sejumlah media.bahkan beberapa telah dibukukan dan mendapat perhatian yang cukup besar dari berbagai kalangan.Beberapa diantaranya adalah Selingkuh Itu Indah,Potongan cerita di Kartu Pos dan yang terbaru Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia. Ia juga menulis naskah lakon panggung, seperti sejumlah pentas Monolog yang dibawakan ‘Raja Monolog” Butet Kartadjasa, Republik Dagelan, Beta Maluku dan yang akan datang, Kartolo Mbalelo.
Karyanya dikenal mampu mengemas persoalan sosial,keseharian bahkan hal absurd sekalipun menjadi sajian yang menyentuh, enak dibaca, beberapa diantaranya malah berhasil memancing tawa.
Dengan Iwan Setiawan, Ia berbagi rahasia dalam melahirkan karya jitu :

Rahasia dalam mencari ide ?
Saya terbiasa mencatat ide-ide yang berkelebatan dalam kepala saya. Sejak punya buku catatan (notes book) yang selalu saya bawa kemana-mana. Di buku itulah, saya mencatat apa saja yang menurut saya menarik. Sebuah kata, kelebatan ide cerita, pembukaan cerita, judul, ending cerita yang saya anggap menarik, sampai sebuah peristiwa dan lain-lain. Saya menganggap itu sebagai: tabungan ide.

Caranya ‘menyulap’ sekelebatan ide menjadi karya hebat ?
Nah, ketika datang waktu menulis, saya “tinggal membuka buku tabungan ide” itu, saya pilah dan pilih, mana yang menarikSaya juga memiliki jadwal menulis yang tetap.
Saya menulis minimal 6 jam setiap hari. Sebulan saya harus menghasilkan tulisan minimal 4. Jadi kalau dalam satu bulan saya menulis di bawah target itu, saya menganggapnya hutang, yang harus saya penuhi di bulan berikutnya
Apa yang saya tulis, mungkin “belum jadi” atau tidak memuaskan saya, tapi setidaknya saya sudah mendisiplinkan diri. Dan tulisan yang saya anggap “belum bagus” itu, akan saya simpandalam file lebih dulu, untuk di waktu yang lain, saya tulis ulang, revisi, kembangkan hingga memuaskan.

Mengatasi ‘macet’ di kala menulis ?
Saya cenderung menganggap itu sebagai “kemalasan”. Maksud saya, dengan “buku tabungan ide” yg saya miliki, saya relative tidak pernah kehabisan ide ketika berhadaan dengan komputer: selalu bisa geber langsung, menulis. Menulis. Menulis. Nah, masalah utama saya justru ada di: rasa malas. Ide sudah ada, saya tahu apa yang akan saya tulis, tetapi saya tak terdorong ingin menulis. Tapi malah sibuk main spider solitere hehehe. Nah, ini yang saya anggap berbahaya, setidaknya bagi saya.
Kalau saya menghadapi itu, biasanya saya akan coba rileks. Membaca hal-hal yang berkaitan dengan tema apa yang saya tulis itu, termasuk meng ‘google’ hal yang bisa memancing gairah saya untuk mebali menulis.

Anda menulis Cerita Pendek, juga naskah panggung. Bagaimana anda menyikapi keduanya ?
Dalam menulis, saya cenderung membaginya menjadi sua hal: tulisan ekspresif yang bersifat pribadi (saya menyebutnya sebagai “poyek estetis pribadi”), dan tulisan pekerjaaan.
Pada yang pertama, saya menulis karena saya ingin menuliskan apa yang meneurut saya bagus, aatau karna saya punya gagasan estetis cerita. Ini yang banyak saya lakukan ketika saya menulis cerpen.
Pada yang kedua, saya menulis karena memang ada kerjaan yang harus saya tuliskan. Beberapa naskah saya, pada tingkat tertentu ada yang saya tulis berdasarkan kesepakatan seperti itu, misalnya soal tema. Tetapi ada juga yang saya tulis, karena memang saya punya gagasan estetis itu. Tapi biasanya, dalam naskah pangung, selalu ada kompromi, ketika nantinya hendak diwujudkan dalam pangggung. Makanya saya menyebutnya sebagai “proyek estetis bersama”

Cara melatih diri agar lancar menulis ?
Tetapkan jadwal kapan mau menulis,pasang target berapa lama dan banyak membaca. Di sela-sela itu, mencatat apa saja.Terakhir, jadikan berlatih menulis lebih penting dari pacaran hahaha

12/25/2012

Area IQ Evolusi Para Pemikir

Asal-usul kehidupan dimulai dengan berbagai cara indah dan telah dibuatkan skenario yang paling unik dengan rangkaian alur maju yang takkan pernah terbayangkan oleh para penontonnya (re:kita). Manusia dan kehidupannya di bumi.

Pernah kalian semua membayangkan seandainya Adam & Hawa tidak pernah memakan buah khuldi? Memakan buah terlarang yang jelas-jelas diatur dalam perundang-undangan surga oleh presiden tuhan dan mentrinya para malaikat. Dikisahkan dalam kitab suci, bahwa perintah presiden kepada Adam & Hawa agar tidak mendekati pohon terkutuk tersebut yang oleh karenanya mereka bisa terlengserkan dari nirwana.

Sayang kehendak takdir berkata lain, ada sosok dalam nirwana yang telah membuat tergelincir Adam & Hawa sehingga membuat mereka hidup, menua dan mati sampai waktu yang telah ditentukan di bumi.

Apa yang terjadi jikalau moyang kita tidak diturunkan ke bumi? mungkin saat ini saya sedang menikmati rasanya bercinta dengan para bidadari yang tidak pernah hilang keperawanannya dan matanya yang berkilau bak permata sehingga membuat kita merasa adiksi untuk terus memperbajui dan menggaulinya.

Kalian jangan kecewe. eh kecewa. Karena ini merupakan bagian dari skenario sang presiden surga. Bahkan jikalau kecewa pada semua skenario ini, juga pada moyang yang telah bersungguh-sungguh bertaubat dibumi ketika ia begitu saja dilengserkan dari nirwana, sampeyan bisa dibilang telah murtad.

Telah mengkhianati Qodho dan Qodar!

Kisah kehidupan asal-usul makhluk hidup bumi ini dimulai...
Dibawakan dan diimajinasikan oleh logika ilmu pengetahuan. Melalui dongengnya para ilmuwan kala itu.

Ia yang bernamakan Aristoteles ilmuwan Yunani yang menurut saya serba bisa ber-filsafat mengatakan bahwa: Kehidupan itu bisa berasal dari benda tak hidup yang terjadi secara spontan "Generatio spontanea". Dicontohkan belatung berasal dari air kaldu, cacing lahir dari seonggok lumpur. Selanjutnya teori ini dinamakan dengan Abiogenesis.

Ia yang bernamakan Antonie van leuwenhouck, dan juga John Tubervile Needham, mengatakan hal serupa yang sebunyi. Mereka pendukung teori tersebut.

Saat itu ada beberapa pemikir yang tidak setuju dengan buah pikir para pemikir kala itu. Mereka menolaknya dengan melakukan eksperimen dan terciptalah teori biogenesis. Menghasilkan salah satu bunyi yang melegenda: "omni vivum ex ovo, omne ovum ex vivo".
Menurut kalian, manakah yang lebih dahulu ada... telur dulu atau ayamnya?? Kupas makna kalimat biogenesis diatas.

Mereka yang bernamakan Lazarro spallanzani, Fransisco Redi ditambah dengan kemutakhiran penyempurnaan eksperimen sebelumnya oleh Louis Pasteur menyebut mereka sebagai para penggagas dan pendukung teori biogenesis yang merupakan kehidupan hanya akan ada dan berasal dari kehidupan sebelumnya.

Juga mereka yang memiliki prinsip lain, dan menamakan teori mereka tersebut sebagai neoabiogenesis yang dipelopori oleh Alexander I. Oparin, dan dikembangkan oleh Harold Urrey juga Stanley Miller yang menyebutkan bahwa kehidupan berasal dari benda anorganik dalam atmosfer bumi purba kala yang bisa berubah oleh karena suatu reaksi menjadi sebuah senyawa organik. Asam amino dan ATP yang merupakan komponen utama penyusun hidup protoplasma!!! itu kunci dan makna dari teori ini.

Juga 
special creation theory para agamis yang mengatakan Tuhan telah membuatnya tanpa beban dan menjadikannya dengan satu kali ucapan "jadilah!"..

Maka asal-usul kehidupan di Bumi ini terjadi dengan penuh perdebatan para pemikir, Ini simple, mudah, sekaligus rumit. Ini Area IQ Evolusi para pemikir..

Pernah mendengar petuah Einstein??
"Mencari kebenaran dari sebuah ilmu pengetahuan lebih berguna daripada menguasainya"

Selamat berevolusi, selamat berfikir.