Masih tentang malam, masih mengenai khayalan akan hari esok. Menjual dan mempromosikan mimpi-mimpi memang tidak pernah ada habisnya untuk diceritakan. Apalagi soal cerita cinta, cerita monyet yang jatuh cinta. Oh maaf, Manusia muda yang jatuh cinta.. ya.. itu disebut cinta monyet. Terlebih ditambah bumbu-bumbu khayalan beradu kasih dengan seorang gadis pujaan diantara pujaan gadis lainnya.
Malam-malam seperti ini, memang paling enak kalau berangan-angan, tepatnya berkhayal. Gila sudah imajinasiku ini, gila memang. Dari dulu fikiranku ini tidak pernah main-main, mengajaknya berkompromi cukup sulit untuk aku lakukan. Hanya untuk mengagumi seseorang, aku bahkan harus rela browsing sebegitu detail tentang apa saja yang ia suka..
Aku memang gila.. seorang sepertiku bisa dikatakan perfeksionis, bisa juga dikatan seorang yang idealis sekaligus "pemimpi sejati".
Pemimpi sejati?? ya tentu saja..
Nattasha Nauljm (Ern Suckseed) | Brengsek kan cantiknya?
Saya mohon bagi kalian, para pembaca blog.. yang tidak sengaja tersasar ke blog saya ini.. pastinya bagi kaum adam. Saya mohon dengan sangat.. jangan di lihat bareng sabun..
Ini yang disebut angan sejati, dan tidak akan pernah bisa terealisasikan.
Sudah saya katakan, fikiran saya ini gila.
"Lihatlah, Di masa depan dia (Nattasha) akan menjadi istrimu.. tenang saja". Ujar daya nalarku.
Seharusnya aku ini hanya sebatas jadi fansnya.. bukan menjadi calon kekasih. "sang punguk merindukan bulan yang aduhai" Dasar khayalan.. enyah kau!
Entah mengapa belakangan ini aku ingin sekali menjadi penulis. Semangat ini benar-benar membuatku bisa terbangun hingga larut malam, larut pagi kemudian tidur. Ada yang mengatakan jika kita mencintai apa yang kita kerjakan, maka rintangan sebesar apapun pasti akan kita lewati dengan senang hati tanpa beban.
Bingung, sekaligus ingin..
Gak tahu motivasi jadi penulis buat apa. Buat jadi terkenal enggak mungkin, apalagi jadi sumber penghasilan. Mustahil! saya heran sama editor-editor koran yang bisa mengutarakan pendapat dan juga merangkum semua berita dan dikemas secara kepada pembaca dengan menarik setiap harinya. Banyak sekali. SETIAP HARI!
Memang bukan hasil tulisan ia sendiri, tim lah yang melakukan. Terkadang ada tulisan dengan sumber yang itu-itu aja. Begimana dia bisa mengutarakan pendapat? Bagaimana ia menyisihkan waktunya di keseharianyya.
Liat, gaya bahasaku terlalu formal. Walaupun gitu, saya tahu mana penulis dengan bakat unik ataupun yang biasa aja. Saya masih amatir, seseorang tolong ajari saya, tolong beri saya inspirasi, tolong ajarkan saya gaya bahasa, tolong ajarkan saya arti dari sebuah originalitas dan karakter.
Banyak hal yang bisa kita ambil hikmahnya dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi dalam kehidupan ini. Baik itu dalam ruang lingkup global maupun lingkungan sendiri yang ada disekitar kita. Mengambil pelajaran dan memaknai arti hidup dari seorang yang menderita disabilitas adalah salah satu caranya. Ini merupakan sebuah anugerah.
Disabilitas sendiri ialah sebuah kecacatan baik itu bersifat fisik, kognitif, mental, sensorik, emosional, perkembangan ataupun kombinasi antara semua itu.
Bersyukurlah pada Tuhan bagi mereka yang diciptakan-Nya "sempurna" secara fisik juga batin dibandingkan mereka yang diberikan keistimewaan. Namun mereka yang telah diciptakan secara "sempurna" kalah bersyukur dengan mereka yang dilahirkan secara "istimewa". Kini manusia memang pantas disebut sebagai pengabai kenikmatan..
Dadun... Pemuda tangguh berusia 20 tahunan.
Iya, itu namanya. Tetangga saya yang diberikan keistimewaan lebih oleh Tuhan sehingga ia bisa melampaui saya dengan rasa syukurnya. Ia bersyukur kepada yang Maha mencintai karena telah dilahirkan dengan keunikannya dan membuat ia selalu mendekat kepada-Nya. Seorang pemuda yang bahkan tidak disekolahkan ini mempunyai mozaik cerita yang patut untuk diteladani oleh kita semua.
Dadun, dengan gelagat nya yang unik dan selalu membuat orang-orang tertawa dengan perilakunya memang tidak pernah bersedih. Marah sekalipun tidak pernah walaupun berulang kali saya mencoba menggoda dan bercanda. Sebenarnya, Ia seorang tuna laras, yang mempunyai sebuah kecacatan pada suara dan nada juga dalam hal berkomunikasi. Untuk berbicara pun harus "nga... nge.. ngoo..." belum lagi dengan sifat dan mentalnya yang selalu bersifat kekanak-kanakan. Justru itulah kehebatan seorang Dadun, dengan suara dan perilakunya yang santun ia begitu disenangi oleh masyarakat tapi tidak pada ibunya...
Oh,, why?? Ibu macam apakah dia itu??
Saya sendiri tinggal didaerah yang masyarakatnya kurang memperhatikan pendidikan, bahkan setelah tamat SD saja, masyarakat didaerah saya lebih cenderung mempekerjakan anaknya, lebih menyetujui si anak untuk bisa bekerja menjadi pegawai disebuah garmen. Menjadi sebuah alasan klasik dengan kendala ekonomi sebagai faktor utama.
"kerja dapet langsung uang. Sekolah mesti nunggu lagi beberapa tahun, paling nasibnya gak beda jauh" kurang lebih seperti itu. Miris..
Nah.. mungkin dengan latar belakang kurangnya ilmu pengetahuan inilah yang membuat sang ibu tega mengabaikan dan tidak mengurus anaknya, Informasi yang kurang juga ketidak-tahuannya menjadi faktor lain. Dadun diterlantarkan, Dadun tidak diakui, Dadun terabaikan..
Oh mengapa?? apakah setega itu??
Pertanyaan yang sama juga keheranan yang sejenis pun dilontarkan oleh orang sekitar. Diceritakan bahwa si Ibu tidak mengakui Dadun sebagai anaknya karena berprilaku tidak normal dan dikatakannya sebagai orang gila. oh sungguh malang nasibmu kawanku...
Sekarang Dadun tinggal bersama saudaranya , dirawat dan dibesarkan disana. Walaupun begitu, Dadun tetap mengakui ibunya sebagai sosok yang telah melahirkannya, tetap menyayangi dan menghormati, tidak terlihat sedikit pun dendam ataupun amarah . Percaya bahwa memang surga berada pada telapak kaki ibu. Percaya bahwa suatu saat pasti akan ada mukjizat.
Oh tuhan , engkau maha bijaksana. Keistimewaan yang kau berikan padanya membuat ku malu pada hidup ini...
Hal lain yang bisa kita ambil "serbuk sari" darinya adalah ketaatannya dalam beribadah. Absen saat sholat berjamaah adalah hal jarang baginya. Hanya saja shalat Dadun tidak berdasarkan aturan, 3 rakaat jadi 2 rakaat, 2 menjadi 1. Ia hanya meniru, diajarkan pun kembali malah pada caranya semula. Tapi sanggup kah kita konsisten terhadap apa yang dilakukan Dadun? Allah tahu Dadun, dan Allah memakluminya. Pengajian pun selalu ia ikut sertakan. Tingkah lucu Dadun selalu mengundang tawa para jamaah ketika pengajian berlangsung. Karena duduknya yang berdeketan dengan si penceramah, juga setiap gerak gerik dan ucapan si ustadz ia tiru habis-habisan agar tampak seperti seorang kyai..
Siapa pun itu, di semua agama. Taat pergi ke gereja, vihara, kuil.. mereka semua pasti orang baik. Pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan.
Dadun nunggu pengajian
"Gusti Alloh anu maha kawasa tangtuna tos ngawangun jannah kanggo jalmi anu sabar sareng ngamuliakeun ibu bapana"
Yang artinya : "Allah yang maha kuasa tentu sudah membangun surga bagi orang yang sabar dan juga memuliakan ibu bapaknya". Begitulah kurang lebih kutipan penceramah yang ditirukan Dadun walaupun dengan cara bicaranya yang ngawur sekaligus unik.
Dadun sholat sunnat
Dalam lain waktu, setiap pagi ia membantu seorang tukang bubur, yang merupakan tetangga saya. Membantu mendorong gerobaknya, membawanya keluar juga pulang kembali kerumah. Saya bersyukur sosok Dadun diterima oleh masyarakat juga tidak dibedakan dengan pemuda-pemuda lainnya. Kabar terkini, bahwa si Ibu sudah mulai menerima dan mengakui Dadun sebagai anaknya.. hal ini sudah lama terjadi. Saya bersyukur sosok Dadun yang sudah lama saya tahu, sering sekali pergi kemasjid, sekalipun ia tidak pernah menyinggung perasaan orang lain, bahkan warga sekitar dibuat tertawa oleh tingkah lakunya, ini adalah anugerah tuhan...
Dadun dikampung saya diperhatikan, mempunyai kesamaan status sosial.
Begitupun yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat didunia, juga di kota-kota besar Indonesia maupun wilayah sekitarnya. Di Makkah, mereka yang mempunyai kekurangan difalisitasi khusus agar bisa mengerjakan sa'i pada jalur yang berbeda, Jepang juga menyediakan jalur khusus pejalan kaki bagi mereka penderita disabilitas.
Enggak zamannya mengasingkan mereka, menganggap remeh, apalagi merendahkan. Toh, kenyataan sekarang ini, mereka lebih berprestasi juga lebih mampu mengukir karya dan bisa mengharumkan orang-orang disekitar bahkan nama bangsanya sendiri. Kenyataan sekarang ini mereka menginspirasi, mereka mulia. Mata manusia tidak mampu menerawang keanggunan hidup ini. Renungkan...
Camkan: Kebaikan hanya dibalas oleh kebaikan. Pernahkah mendengar petuah einstein, "Dunia ini adalah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orangnya, tapi karena ketidak-peduliannya"
Selamat memperingati HIPENDIS (Hari internasional penyandang Disabilitas). Tetap peduli pada orang-orang luar biasa seperti ini.
Sudah menjadi tradisi setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu..
Sebenarnya untuk menghargai jasa seorang ibu tidak hanya harus diungkapkan pada tanggal itu saja. Kita bisa mengapresiasikannya setiap saat, tapi tidak untuk membayar semua jasa-jasanya. Sebesar apapun usaha kita untuk membalas budi dan membayar semua pengorbanan sang ibu, kita tetap tidak akan bisa membayar perjuangan tersebut.
"layaknya memasukkan kembali air susu kedalam putingnya. mustahil!"
Momentum 22 Desember ini sangat cocok untuk membuktikan rasa hormat sekaligus bukti kasih kepada ibu kita, baik itu menyampaikannya melalui kata-kata, hadiah maupun lain-lain. Dalam hal memberikan hadiah, perlu diperhatikan hadiah apa yang cocok bagi si penerima hadiah, berikut tips agar tidak salah memberi hadiah pada ibu kita melalui karakteristiknya:
Ibu anda menyukai kue?? Bagi kalian yang mempunyai ibu pecinta cake-cake kering ataupun basah. Disarankan untuk menjadikan cake sebagai sebuah kado istimewa di hari istimewa tersebut. Pastikan kue kesukaan sang ibu yang kalian pilih. Mungkin tambahan lilin dengan sebuah kata-kata yang menyentuh bisa membuat momentum tersebut lebih bermakna.
Ibu anda mencintai dunia fashion??| Tidak jarang di usia-nya yang sudah mulai tidak muda lagi dan bertumbuh pada tingkatan kemuliaan yang lebih tinggi. Sang ibu masih memperhatikan penampilan tanpa mengabaikan umurnya yang semaikn menua. Sehingga bagi kalian yang memiliki seorang ibu yang suka berdandan, hadiah pakaian bisa menjadi solusi.
Ibu anda seorang yang taat religi?? Berikan Ia hal-hal yang bersifat keagamaan, sehingga memberinya terus semangat dalam beribadah.
Ibu anda gemar membaca??Sebuah buku dengan genre yang pas mungkin akan disukai si Ibu bisa dan menjadi alternatif lain dalam memberikan hadiah..
Hadiahkan sebuah kejutan baru, mungkin dengan menghadirkan suasana rumah yang berbeda, ataupun memberikan ucapan selamat hari ibu...
Ibu anda tidak menginginkan hadiah apa-apa?? Jadilah anak yang taat dan berbakti pada ibumu ... itu merupakan kado yang terindah sekaligus kado yang sangat sulit untuk didapatkan..
"Ibu kau pelita hidupku, tanpamu matilah rasaku, matilah jiwaku terimakasih telah menjadi pupuk diladang redupnya batinku"
Mungkin itulah ungkapan yang tepat yang untuk bisa menggambarkan betapa
pentingnya tulisan blog yang telah dibuat jauh sebelum deadline, tapi tidak
terkirim saat hari H. Semua materi dari mulai sejarah, opini-opini, review dan
semua pengalaman telah dituangkan dan disusun rapi agar bisa memenangkan sebuah
kompetisi blog yang diadakan pemerintah DKI Jakarta, tapi apa daya, semua tidak
berjalan sesuai rencana.
Semua bermula saat hari deadline ketika akan submit sebuah tulisan pada sebuah media
online. Karena itu merupakan salah satu syarat lomba selain memasang banner dan
mem-posting isi tulisan pada blog.Ketika malam deadline, saya sudah menyadari tidak mempunyai pulsa modem yang cukup,saya pikirdata 70 ribu kb cukup untuk hanya meng-edit sebuah tulisan dalam blog
dan mensubmit-nya. Semua tulisan saya susun ulang dan tulisan saya tinjaukembaliagar kesalahan saat penulisan bisa ditemukan. Tetapi hal yang ditakutkan
datang membunuh harapan. Pulsa modem habis!!! * hadiah macbook yang saya
perjuangkan hilang entah kemana*
Ya, inilah problem utama gak punya pulsa modem, menderita! Bagi sebagian
orang,pulsa modem lebih berharga
dibandingkan pulsa telepon, pulsa modem adalah nafas kehidupan! Hanya
tinggal satu langkah lagi saya lakukan, macbook sudah didepan mata.
Membayangkan ketika awarding di Jakarta, saya lah pemenang hadiah utama macbook
itu. Hanya tinggal menekan tombol SUBMIT kawan! Waktu menunjukkan pukul 23.00 sedangkan
deadline pukul 23.59 malam tersebut. Bisa kalian bayangkan kengeriannya, ketika
haridemi hari, kalian sempatkan untuk
menyisihkan waktu untuk menulis tetapi semua perjuangan itu hilang tak
membekaspada malam deadline karena tulisan
tidak terkirim. Ahh.. not a lucky night.
Mungkin inilah yang dimaksud dengan kuasa Allah. Karena ketika tuhan sudah
berkehendak, maka terjadilah.Alam
semesta tidak mungkin bisa membantah tuan nya, mereka tak kuasa untuk
membangkang. Apa daya, kita makhluk lemah. Kesal memang rasanya, tapi saya
mencoba untuk bisa berfikir positif. Semua kejadian saya fikir akan ada
hikmahnya. Kehendak tuhan memang tak pernah terbayangkan imajinasi.
Memang terlihat seperti sebuah skripsiyang telah kita kerjakan tapi dibakar didepan mata, dan semua data skripsi
di PC dan FD hilang tak tahu kemana.
Apa yang bisa kita ambil dari pengalaman tersebut?? Klassik dan sederhana
sebenarnya, ketika mempunyai sebuah pekerjaan, kebiasaan kita menunda adalah yang terburuk!! Kita selalu
menunda pekerjaan, sehingga sebuah pekerjaan yang awalnya kita rasa mudah pada
saat kita tunda terasa sulit bahkan tidak bisa kita kerjakan. Pengalaman adalah
guru yang sebenarnya. Kebiasaan ini harus kita eksekusi mati.
Banyak fasilitas yang tersedia bisa didapatkan disini antara lain fasilitas VIP Room, Pesta ulang tahun dan
berbagai game yang bisa dinikmati. Contoh game populer dan sering dimainkan oleh pengunjung yaitu, Jumanji, Dixid, UNO Splash H2O, Russian Roulette. Selain dilokasi ini, di Jakarta selatan juga ada restoran ini dengan tempat yang lebih luas.
Liburan tidak harus mahal. Ternyata Jakarta punya banyak segudang tempat wisata yang harus saya kunjungi... #EnjoyJakarta
Postingan ini saya ikutkan dalam lomba viva log juga Dinas pariwisata Jakarta berdasarkan pengalaman sendiri. Banner lomba blog terdapat dibawah tulisan ini.
Indonesia dengan kekayaan alam dan budaya yang dimilikinya pasti mempunyai banyak keanekaragaman yang akan membuat kita terpesona dan membuat kita dapat banyak belajar sehingga memperkaya cakrawala ilmu pengetahuan yang kita miliki mengenai seluruh ragam pulau yang ada di dunia ini. Untuk menikmati seluruh keindahan wisata di Indonesia kita tidak mungkin mengunjunginya satu per satu, selain keterbatasan waktu yang kita milki juga budget yang diperlukan pasti akan sangat besar dikeluarkan. Awalnya bingung untuk menentukan tempat wisata mana yang akan dikunjungi pada liburan kali ini, pasalnya liburan kali ini relatif singkat. Tercetus salah satu ide anggota keluarga untuk bermain ke Jakarta dengan tujuan TMII.
Liburan tak perlu mahal, begitu prinsip keluarga saya. Dengan waktu liburan yang singkat, bersama dengan keluarga saya mengunjungi keragaman Indonesia dengan berwisata ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tempatnya yang relatif mudah dijangkau dan terletak strategis dipelataran kota Jakarta pasti akan mudah dikunjungi oleh banyak orang terutama saat hari-hari libur. Dari Sukabumi ke Jakarta sendiri hanya membutuhkan sekitar 4 jam.
TMII mempunyai banyak sekali tempat hiburan serta taman yang di tata secara rapih sehingga menambah keasrian TMII. Kesan keluarga saya saat itu yakni: Menakjubkan sekaligus menyenangkan! Puas rasanya bisa berwisata dengan nyaman di TMII sekaligus bisa menyelami keanekaragaman budaya dan seluruh antek-antek Indonesia lainnnya yang berada dalam satu tempat. Pengalaman bisa mengenal beragam kesenian dan budaya di
Indonesia seperti aneka rumah tradisional dan bangunan penting lainnya dan
dibuat seakan nyata bentuk aslinya yang tersebar diseluruh sudut Indonesia, maupun menikmati sensasi lingkungan dan
budaya tradisional yang dibuat semirip mungkin seperti patung, bermacam kerajinan daerah, artefak-artefak, maupun berbagai penampilan menarik yang disuguhkan dengan musik dan tarian-tarian daerah.
Miniatur rumah tradisional di TMII
Fasilitas lainnya yakni, kereta gantung yang disediakan, sehingga kita
bisa menikmati pemandangan TMII tanpa harus berkeliling. Di sore
harinya, kami sekeluarga pergi untuk menyaksikan sebuah film di TMII
yang konon katanya, tempat bioskop itu sendiri merupakan IMAX pertama
di Asia, yang kini menjalar ke berbagai tempat cinema lainnya di
kota-kota tertentu. Bentuknya yang unik yang menyerupai keong emas,
membuat kami begitu penasaran untuk masuk kedalamnya. Berbeda dengan
tempat lainnya, fasilitas layar yang terbilang cukup besar juga tempat
duduk yang nyaman memberikan sensasi berbeda dan tak terlupakan.
Pemandangan tampak cable car
Karena sudah jalan-jalan hampir setengah hari, akhirnya perut pun terasa lapar. Beraneka ragam restoran mudah ditemui disini, jadi kita sekeluarga tidak sulit untuk mencari makanan. Banyak juga tersedia berbagai macam jajanan baik makanan maupun minuman ringan disekitar taman-taman.
Bagi keluarga saya ini adalah salah satu cara untuk menikmati liburan dengan hanya mengeluarkan budget yang tak terlampau besar tapi tetap menghibur dan mengasyikan. Enjoy Taman Mini, Enjoy Indonesia!
Suasana sore sekitar jalanan TMII
Sekeping mozaik kenangan keluarga.. :D
Banner lomba, berada pada tulisan dibawah ini. Telah terpasang dalam blog
Salah satu kebiasaan buruk remaja zaman sekarang yang sudah makin berkembang walaupun tidak ter-expose secara berlebihan tapi kita semua tahu dan melakukan itu. apa kebiasaan itu? "masturbasi" lah jawabannya. siapa yang tidak tahu kebiasaan ini? baik laki-laki ataupun perempuan semuanya bisa melakukannya. tapi pertanyaannya, bolehkah?
*Kita berbicara dalam konteks ilmu pengetahuan, bukan dalam unsur pornografi" tulisan ini dijamin!
Yang belum tahu definisinya : "masturbasi adalah sebuah perilaku demi mencapai kepuasan/hasrat seksual yang belum bisa tersalurkan kepada seseorang". tuh cukup jelaskan? jadi tidak hanya laki-laki yang masturbasi tapi perempuan juga. tentunya itu tidak usah dibahas lebih lanjut disini. orgasme dalam tema tesebut.
Dalam konteks kesehatan, ada beberapa pakar yang menjelaskan bahwa masturbasi itu adalah cara sehat untuk menghilangkan ketegangan maupun cara menyalurkan keinginan biologis yang belum bisa tersalurkan secara normal dan hal ini lebih baik daripada 'jajan ke tempat lokalisasi' yang bisa menyebabkan tertularnya penyakit pms.
Lalu untuk perempuan sendiri, menurut Dr. Paul Tan, masturbasi yang dilakukan oleh
wanita yang mengarah pada orgasme adalah hal yang sehat. “wanita yang
memendam hasrat seksual dan membiarkan dirinya meledak tanpa orgasme
menyebabkan penyumbatan krosis di daerah pinggul,” kata ginekologis
Peter Tan.
“Ketika seorang wanita terangsang secara seksual, maka akan mengalir
menuju daerah panggul. Jika tercapai orgasme, darah akan mengalir ke
sel-sel diseputar panggul,” kata dokter Tan. Ia kemudian melanjutkan,
“saat tidak terjadi orgasme, maka darah akan menumpuk dan terasa penat.
“Kondisi ini, menurut dokter Tan, bila berlangsung lama dapat
menyebabkan wanita kehilangan libido seks.
Dalam konteks agama hal ini termasuk salah satu perbuatan yang dilarang, ini disebut zina tangan bisa jadi ditambah zina hati,zina fikiran, zina mata. Bukannya jika kita mau melakukan masturbasi karena kita sudah terangsang oleh seseorang, lalu kita mencoba membayangkan dia ada bersama kita melakukan fantasi-fantasi tingkat tinggi dalam pikiran. Ada lagi yang bilang untuk mencapai kepuasan tersebut gak lengkap tanpa berbarengan barengan nonton blue film. Ironis..
Tapi semua kejadian pasti ada plus minus nya . Masturbasi yang sifatnya ambivalen, harus kita liat secara samar-samar. Melakukan masturbasi harus dilihat sebagai sebuah pilihan yang bijak dan bertanggung jawab. bukankah setelah kita melakukan masturbasi kita merasa berdosa? walaupun secara biologis kita sudah 'puas' tapi dalam jiwa kita tetap merasa gelisah. mungkin ini lah fitrah manusia, dan sebagai kompas kebenaran dari hati kecil kita bahwa perilaku seperti ini tidak bolehkan dalam agama.
Pernah anda mendengar kata homesick ? yang jelas kata tersebut bukan merupakan suatu penyakit yang didera oleh salah satu bagian tubuh, melainkan dirasakan oleh batin. Ini definisi homesick menurut kamus oxford:
"Homesickness is the distress or impairment caused by an actual or
anticipated separation from the specific home environment or attachment
objects. Oxford English Dictionary Homesickness is a feeling one has
when missing home. Feelings of longing are often accompanied by anxiety
and depression. These symptoms may range from mild to severe.
Homesickness frequently occurs when one travels and may be exacerbated
by unfamiliar environments or foreign cultural contexts. Homesickness is
especially common in youth. Young people may experience a sense of
dread, helplessness, or separation anxiety on their first day of school,
summer camp, or on a protracted summer vacation away from parents. Many
first-year students at boarding schools or universities also experience
homesickness."
Ternyata Semua orang di dunia yang pergi jauh dari tempat tinggal kediaman yang biasa ia tempati juga merasakan hal yang sama: Homesick! entah itu pergi study untuk menuntut ilmu, tugas dinas dari atasan ataupun yang lain-lain. Perasaan ini membuat aktivitas kita menjadi terganggu! apalagi bagi mahasiswa baru yang pertama kali merantau dan pergi meninggalkan kampung halamannya.
Terbayang suasana indah kebersamaan keluarga bersama momen perumahan yang gak bisa diciptain di kost/asrama semewah atau serame apapun. Perasaan ini membuat aktivitas menjadi terganggu. Inilah yang disebut homesick.
Bagaimana menyikapi homesick ini? Saat bayangan kampung halaman beserta suasananya kembali merasuk kedalam fikiran...?
banyak cara untuk mengatasi tragedi homesick ini.. pertama-tama kita lihat perjuangan orang-orang hebat terdahulu yang sekarang bisa dibanggakan oleh kampung halamannya sendiri:
Soekarno. Our first President! pernah menjadi mahasiswa di Technische Hoogeschool Bandung (sekarang ITB) setelah menamatkan AMS-nya di Surabaya.
Hatta merantau jauh ke Jakarta untuk sekolah di Prins Hendrik
Handelschool Batavia, dan merantau benar-benar jauh ke Netherland untuk
bersekolah di Rotterdamsche Handels Hoogeschool.
Tan Malaka, pemuda
Suliki bersekolah di Kweekschool Bukittinggi dan
melanjutkan ke Netherland juga.
Hamka pada usia 14 tahun sudah pergi ke tanah
Jawa untuk pergi “menuntut ilmu” pada Tjokroaminoto. Setelah itu banyak
rantau yang ia jelajahi: setidak-tidaknya Makasar, Medan dan Jakarta.
Para
mahasiswa ini umumnya “menghabiskan harinya” untuk membunuh rasa rindu
kampung dengan berorganisasi, misalnya Soekarno dengan Bandoeng
Studieclub-nya, dan Hatta dengan Indische (Indonesische) Vereniging-nya.Lalu, Hamka mendeskripsikan Maninjau kampung halaman tercinta
dalam berbagai karangannya, seolah-olah ia menumpahkan rasa rindu
kampung pada tulisan-tulisan itu.
Tak kalah hebat kisah para pejuang Islam dahulu ketika rasa rindu terhadap kampung halaman menikam:
contoh jauh dari kampung juga terjadi pada Rasulullah SAW ketika harus
meninggalkan Makkah kampung halamannya untuk menuruti perintah hijrah ke
Yastrib. Di rantau yang baru itu, kemudian bernama Madinah , beliau
mendirikan negara dengan sistem ajaran Islam. Rasa rindu terhadap
kampung tetap tidak bisa dihindari oleh para muhajirin, bahkan pernah
suatu saat untuk berhajipun dilarang oleh penguasa Makkah, tetapi
peristiwa Futuh Makkah telah mengobati rasa rindu kembali ke kampung halaman.
Banyak prajurit Islam setiba di Makkah yang ditaklukkan itu, mengambil
dan menciumi pasir, sebagai tanda rindu yang sangat pada kampung
halaman.
Kisah perjuangan orang-orang hebat ini saya ambil sebagian dari Wilson Gustiawan blog
Berikut cara agar kita dapat sedikit bebas dan lega dari jeratan homesick:
Hubungi orang tua yang ada dirumah, nyatakan perasaan kita. Gunakan sebagai momen pengobat rasa rindu. Bisa melalui sms, telepon ataupun yang sedikit lebih modern, seperti video call ataupun menggunakan fasilitas yang ada pada skype/G+
Biasanya bercengkrama dengan teman/ kakak kelas dari daerah juga bisa sedikit mengobati rasa rindu, share dengan mereka, bersifatlah terbuka.
Kunjungi tempat makan yang menyajikan makanan daerah
Berorganisasi dengan tempat satu daerah, layaknya sebuah paguyuban.
Penulis sering merasakan homesick. Pertama kali kena gejala homesick saat masuk jadi taruna di Sekolah tinggi perikanan, Shock berat. frustasi. Akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri. Tapi ini yang saya alami. akhir-akhir ini sudah terobati rasa itu, perbanyaklah dekat dengan Allah.