Showing posts with label hati. Show all posts
Showing posts with label hati. Show all posts

3/14/2013

Mimpi punya jebakan?


Kawan, aku tahu kalian semua punya beragam cita-cita yang mungkin telah lama dipupuk sehingga mengharapkan benih-benih mimpi yang telah ditanam akan tumbuh lalu berkembang sesuai kenyataan.

Mungkin juga ada yang belum memiliki pandangan hidup sama sekali akan masa depannya, padahal masa depan itu akan segera ia songsong. Bahkan bingung untuk mencari cita-cita. Persoalan ini menurutku sangatlah berbahaya. Masalahnya adalah kehidupan itu bagaikan sebuah kendaraan, tentunya sebuah kendaraan membutuhkan bahan bakar. Lalu apa bahan bakar kehidupan? Mimpilah jawabannya. Letak bahayanya adalah seseorang yang tidak mempunyai mimpi juga meremehkan mimpi-mimpinya sendiri, itu yang membuat kehidupannya tidak berjalan dengan mulus bahkan terhenti, padahal life must go on.

Jika berbalik kebelakang akan digerus oleh masa lalu. Jika diam dan tak berjalan diatas kehidupannya akan dilindas oleh waktu. Jika mencoba maju ke masa depan ia tak akan pernah mampu.

Mimpi punya jebakan?
Mereka yang mampu menghadapi berbagai ombak penderitaan demi mencapai segala impiannya dengan kuat dan gagah akan didatangi oleh mimpi. Segala pengorbanannya mungkin saja terbayar, bisa berupa angsuran bisa juga kontan.

Jebakan mimpi hanya berlaku pada mereka yang hanya berangan-angan, menuliskan dan mengungkapkan segala impiannya di timeline twitter, mengupdate-nya lewat FB, memajangnya di dinding kamar, atau sekedar menuliskannya pada lembaran diary tapi tanpa perjuangan yang nyata, mereka itulah yang akan dijebak oleh mimpi.

Jebakan mimpi harus dihindari, sebelum benar-benar terjerumus olehnya. Sekali terperosok, bangkitmu itu yang akan diuji.

Mimpi itu berkepribadian ganda, memberi petunjuk tidak jarang juga menyesatkan. Kehidupan harus selalu diikuti dengan peta hidup yang baik, agar tidat tersesat,tersasar kemana-mana.

Sebuah keyakinan ataupun obsesi yang mengindahkan diri juga dinamakan mimpi. Yang namanya jebakan mimpi ini ternyata tidak bisa dihindari, walaupun dinamakan jebakan, tapi sebutan ini terkesan sebagai tantangan.

lalui, lintasi dan berhati-hatilah melewati jalur "rawan" tersebut. Tetapkan pada komitmen awal, juga melangkahlah dengan penuh keyakinan dan harapan. Jangan berbalik kebelakang. Ingat hidup itu terus berjalan. No matter what happens.

Manisnya hidup bisa kita rasakan, sesudah berletih-letih berjuang.


Kawan, jangan terjebak oleh sang mimpi!

1/08/2013

Tersurat untuk malam

Tersurat untuk sebuah malam..
aku disini menyuratimu untuk masalah yang tak menentu
aku menyuratimu untuk sebuah perasaan yang tak berarah
sudikah engkau membujuk sang rembulan untuk mendengar keluhanku?
 
Tersurat untuk sebuah malam..
Esok pagi kan memancar
Matahari kan bersinar
burung berkicau tanda sedang bernyanyi, hidup atau mati
Tapi akankah sang rembulan kembali untuk mendengar keluhanku?

Tersurat untuk sebuah malam..
Aku mendengar jeritan malam beserta para penghuninya mengadu pada kegelapan
Sunyi, sendiri, menyepi juga sedih ataupun terlelah
Dunia sudah terlalu kejam pada mereka
Mampukah sang rembulan untuk mendengar keluhanku?

Tersurat untuk sebuah malam..
Mengertilah, aku takut akan hari esok
Embun pagi akan masuk ke paru-paru ini, membeku
aku tak bisa bernafas, mati tanpa hembusan
Mati pada sebuah ketidak-pastian
Dan untuk itu, maukah sang rembulan mendengar keluhanku?

Tersurat untuk sebuah malam..
ataukah hari esok adalah hari yang sama bagiku
hari dimana aku menghilang,  lenyap, dan sebuah beban bagi sesamaku
Membabi buta dan mengila seperti mereka
Mereka yang telah dilaknat, mendarah daging oleh rasa malasnya
Oh.. rembulan maukah kamu?

Tersurat untuk sebuah malam..
Malam itu tuhan berdialog: "Nikmat mana yang kau dustakan?"
 aku lalu berteriak. "Aku Pendusta ya Tuhan!!"
Rembulan, kau bukan tuhanku. Tuhanku selalu mendengarkan keluhanku...
-Samudra
8 Januari 2013