Showing posts with label menulis. Show all posts
Showing posts with label menulis. Show all posts

2/03/2013

Trend Quiz Hunter di twitter

source: google image
Sejak twitter mulai populer di Indonesia 2 tahun belakangan ini, banyak di antara facebookers (pengguna facebook) yang mulai beralih dan menggunakan twitter sebagai "mainan" barunya. Tapi apakah dengan beralih dari facebook menuju twitter tetap diiringi dengan kebiasaan lama yakni kebiasaan meng-update sesuatu yang sifatnya pribadi dan cenderung kurang informatif bagi para pembacanya di lini masa.

Dengan mulai bertambahnya pengguna twitter di Indonesia pula, akun-akun yang biasanya mempromosikan barang daganganya di facebook kini bermigrasi dan mulai meng-iklan berbagai produknya di Twitter.

Karena banyaknya akun seperti itulah yang memunculkan para Quiz Hunter (pemburu kuis) di twitter, pasalnya bermacam-macam hadiah ditawarkan oleh para akun-akun yang berpromosi dimulai dari gadget-gadget canggih terkini, uang tunai jutaan rupiah, bermacam aksesoris, ataupun sekedar hadiah pulsa dari mulai 5 ribu hingga 100 ribu Rupiah.

Mereka yang menawarkan hadiah menggiurkan tersebut tak jarang hanya memberikan syarat mudah bagi para pesertanya yang memperebutkan beragam hadiah tersebut untuk memenangkannya. Dimulai dari mempromosikan akun-akun yang sedang  menyelenggarakan hadiah tersebut dengan tujuan si pembuat iklan meraih followers yang banyak sehingga mempermudah untuk menawarkan bermacam-macam produknya tersebut, membuat bermacam-macam tulisan-tulisan ataupun review produk sesuai dengan syarat perlombaan ataupun hanya membuat beragam twit yang menarik dengan gambar ataupun hanya permainan kata kemudian dipilihlah yang terkreatif sebagai juaranya.

Dengan fenomena mulai menjamur dan bertumbuhnya tunas-tunas baru para pemburu quiz (Quiz hunter) di twitter menyebabkan banyak pula akun-akun yang berdalih menggunakan brand-brand ternama ataupun hanya memberikan iming-iming palsu untuk melakukan penipuan untuk meraup keuntungan tertentu. Semisal, dengan mengadakan kuis, akun yang dipromosikan bertambah jumlah followersnya sehingga terkadang diperjual-belikan di online shop dengan mengganti usernamenya.

Berikut adalah 7 hal yang perlu diperhatikan sebelum mengikuti kuis twitter:
  1. Teliti terlebih dahulu si penyelenggara kuis, apakah akun pribadi ataupun akun produk tertentu.
  2. Jumlah Followers pun sangat menentukan, semakin banyak followers semakin besar kemungkinan hadiah yang diperlombakan itu nyata dan ada. Karena dengan jumlah followers yang banyak mengindikasikan akun tersebut asli, biasanya jumlah followers-nya kisaran 20.000 - 300.000
  3. Akun penyelenggara kuis yang asli memiliki kontak yang aktif dan dapat mudah dihubungi.
  4. Jelajahi terlebih dahulu timeline-nya. Semakin banyak twit yang memperlihatkan interaksinya dengan followers ataupun sekedar menyapa, bisa kita simpulkan akun tersebut asli, no hoax.
  5. Sering mengadakan kuis sebelumnya.
  6. Bukti-bukti Twitpict para pemenang beserta hadiahnya. Awas, banyak juga akun-akun yang menawarkan gadget canggih dengan foto yang mereka download dari online shop. Biasanya mereka membuat para pesertanya percaya hal itu. Berlakulah waspada terhadap ini.
  7. Untuk meminimalisir, hindari lomba-lomba yang bersifat spamming dan menyuruh para pesertanya untuk mempromosikan akun yang mereka gunakan.
Dengan bersikap lebih hati-hati, kita bisa terhindar dari penipuan. Karena dengan mengikuti sebuah lomba ditwitter, terkadang banyak menyita waktu, apalagi bagi mereka yang berambisi untuk menjadi pemenang. Ikutilah lomba yang lebih mengutamakan kreativitas dan lebih menonjolkan karya-karya kita. Sehingga kalaupun kalah dalam lomba, kita telah membuat suatu karya yang bermanfaat.

1/27/2013

Interview seputar tips menulis dari Agus Noor

 Xeti @ Work blog

Tips Menulis dari Agus Noor


Agus Noor
Pentingkan Menulis Ketimbang Pacaran
Sebagai penulis Cerpen,karyanya telah tersebar di sejumlah media.bahkan beberapa telah dibukukan dan mendapat perhatian yang cukup besar dari berbagai kalangan.Beberapa diantaranya adalah Selingkuh Itu Indah,Potongan cerita di Kartu Pos dan yang terbaru Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia. Ia juga menulis naskah lakon panggung, seperti sejumlah pentas Monolog yang dibawakan ‘Raja Monolog” Butet Kartadjasa, Republik Dagelan, Beta Maluku dan yang akan datang, Kartolo Mbalelo.
Karyanya dikenal mampu mengemas persoalan sosial,keseharian bahkan hal absurd sekalipun menjadi sajian yang menyentuh, enak dibaca, beberapa diantaranya malah berhasil memancing tawa.
Dengan Iwan Setiawan, Ia berbagi rahasia dalam melahirkan karya jitu :

Rahasia dalam mencari ide ?
Saya terbiasa mencatat ide-ide yang berkelebatan dalam kepala saya. Sejak punya buku catatan (notes book) yang selalu saya bawa kemana-mana. Di buku itulah, saya mencatat apa saja yang menurut saya menarik. Sebuah kata, kelebatan ide cerita, pembukaan cerita, judul, ending cerita yang saya anggap menarik, sampai sebuah peristiwa dan lain-lain. Saya menganggap itu sebagai: tabungan ide.

Caranya ‘menyulap’ sekelebatan ide menjadi karya hebat ?
Nah, ketika datang waktu menulis, saya “tinggal membuka buku tabungan ide” itu, saya pilah dan pilih, mana yang menarikSaya juga memiliki jadwal menulis yang tetap.
Saya menulis minimal 6 jam setiap hari. Sebulan saya harus menghasilkan tulisan minimal 4. Jadi kalau dalam satu bulan saya menulis di bawah target itu, saya menganggapnya hutang, yang harus saya penuhi di bulan berikutnya
Apa yang saya tulis, mungkin “belum jadi” atau tidak memuaskan saya, tapi setidaknya saya sudah mendisiplinkan diri. Dan tulisan yang saya anggap “belum bagus” itu, akan saya simpandalam file lebih dulu, untuk di waktu yang lain, saya tulis ulang, revisi, kembangkan hingga memuaskan.

Mengatasi ‘macet’ di kala menulis ?
Saya cenderung menganggap itu sebagai “kemalasan”. Maksud saya, dengan “buku tabungan ide” yg saya miliki, saya relative tidak pernah kehabisan ide ketika berhadaan dengan komputer: selalu bisa geber langsung, menulis. Menulis. Menulis. Nah, masalah utama saya justru ada di: rasa malas. Ide sudah ada, saya tahu apa yang akan saya tulis, tetapi saya tak terdorong ingin menulis. Tapi malah sibuk main spider solitere hehehe. Nah, ini yang saya anggap berbahaya, setidaknya bagi saya.
Kalau saya menghadapi itu, biasanya saya akan coba rileks. Membaca hal-hal yang berkaitan dengan tema apa yang saya tulis itu, termasuk meng ‘google’ hal yang bisa memancing gairah saya untuk mebali menulis.

Anda menulis Cerita Pendek, juga naskah panggung. Bagaimana anda menyikapi keduanya ?
Dalam menulis, saya cenderung membaginya menjadi sua hal: tulisan ekspresif yang bersifat pribadi (saya menyebutnya sebagai “poyek estetis pribadi”), dan tulisan pekerjaaan.
Pada yang pertama, saya menulis karena saya ingin menuliskan apa yang meneurut saya bagus, aatau karna saya punya gagasan estetis cerita. Ini yang banyak saya lakukan ketika saya menulis cerpen.
Pada yang kedua, saya menulis karena memang ada kerjaan yang harus saya tuliskan. Beberapa naskah saya, pada tingkat tertentu ada yang saya tulis berdasarkan kesepakatan seperti itu, misalnya soal tema. Tetapi ada juga yang saya tulis, karena memang saya punya gagasan estetis itu. Tapi biasanya, dalam naskah pangung, selalu ada kompromi, ketika nantinya hendak diwujudkan dalam pangggung. Makanya saya menyebutnya sebagai “proyek estetis bersama”

Cara melatih diri agar lancar menulis ?
Tetapkan jadwal kapan mau menulis,pasang target berapa lama dan banyak membaca. Di sela-sela itu, mencatat apa saja.Terakhir, jadikan berlatih menulis lebih penting dari pacaran hahaha